Senin, 24 Oktober 2011

"DRAMATIC PLAY therapy"

Sekilas tentang Dramatic Play therapy:
Dramatic Play atau bermain drama adalah sebuah permainan yang dilakukan pada sekelompok kecil anak (kebetulan ini dilakukan pada anak, kalo pada remaja dewasa atau orangtua, saya tidak tahu. maaf) dengan beberapa aturan permainan sebagai berikut:
  1. Satu kelompok terdiri dari 8 orang (8-10 orang, sepertinya gitu. Kalo kebanyakan bisa tidak efektif). Jumlah total ada 3 kelompok (30 anak). Terapi tidak bisa dilakukan secara bersamaan, jadi harus satu kelompok dulu baru disusul kelompok selanjutnya. 
  2. Gunakan "sang pakar therapis bermain" pada anak-anak, cukup satu orang saja. Kalo perlu ya pake yang udah ada sertifikat terapis gitu (kalo teman saya pake pakar terapi bermain dari RS sebelah kampus a.k.a bu Kiki dari bag. tumbuh kembang anak RS dr. Sardjito).  Jika menggunakan orang awam atau asal pilih maka saat proses terapi tidak akan bisa menarik perhatian anak-anak kecil (ngatur diri sendiri aja susah, apalagi ngatur anak kecil 5th yang lagi doyan bandel-bandelnya, huee...)
  3. Lakukan setiap terapi di tempat yang sama dan familiar dengan anak, misal ruang kelas.
  4. Terapi dilakukan selama 3 kali selama 3 minggu dengan 3 tema bermain yang sudah ditentukan. Pilih tema yang mudah dan disukai anak 5th. Misal: bermain boneka tangan, bermain peran di kelas, dan bermain peran sebagai hewan. Gunakan alat bantu seperti boneka, gambar, alat bermain, dsb. Gunakan bahasa atau isyarat permainan yang mudah dimengerti anak. 
  5. Durasi terapi kurang lebih 15 menit. 
  6. Therapist bertugas mengumpulkan perhatian anak agar fokus bermain dengan anak-anak terapi. Jika konsentrasi anak sudah pecah dan susah diatur, segera akhiri permainan.
  7. Hindari anak kontak dengan guru, orangtua, atau pengasuh. Jika anak sulit dipisahkan dari orangtua atau pengasuhnya maka boleh didampingi masuk ke tepi area bermain tetapi tidak boleh ikut campur dalam permainan. 
  8. Jika untuk penelitian, cari anak TK yang belum pernah masuk ke play group agar instinc bermainnya masih alami. 
  9. Siapin tenaga dan UANG yang BANYAK. Bayar therapist itu cukup nguras tabungan loh. Bisa lebih dari sejuta. xexexexe.

Itu tadi hasil pengamatan saya saat melihat penelitian teman saya, Melin yang kebetulan mengambil terapi bermain drama pada anak. Pemilihan kriteria anak yang akan dilakukan terapi sudah cukup membuat Melin pusing. Syarat anak belum masuk playgroup pada zaman ini cukup susah ditemukan. Terlebih lagi lokasi rumah dan kampusnya kebetulan di daerah perkotaan yang mayoritas keluarga pekerja sehingga sedari kecil sang anak sudak dititipkan ke tempat bermain. Kurang lebih sudah 5 TK disambanginya di daerah kota dan hasilnya tidak bisa dilakukan terapi. Dan akhirnya, saya ajak Melin nengok TK yang kebetulan ada di dekat rumah saya. hehe. Dan kebetulan juga itu TK sesuai dengan kriteria di atas tadi. xoxo


Melin, teman saya yang melakukan penelitian.






Lokasi : TK PERTIWI --Warak, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55288 Indonesia
September, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar